Sunday, December 30, 2018

Apa itu Anarkisme?

FAQ ANARKISME
Sumber:anarkis.org

1. Apakah yang dimaksud dengan “anarkisme”?

[toc] Anarkisme adalah teori politik yang bertujuan untuk menciptakan anarki,” ketiadaan tuan, tanpa raja yang berkuasa.” (P.J Proudhon, What is Property, hal. 264) Dengan kata lain, anarkisme adalah teori politik yang bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat yang di dalamnya individu bebas berkumpul bersama dengan sederajat. Anarkisme melawan semua bentuk kontrol hierarkis-baik kontrol oleh negara maupun kapitalis- karena hierarki merugikan individu dan individualitas mereka. Menurut seorang anarkis, L. Susan Brown:

“Meskipun pemahaman umum mengenai anarkisme adalah sebuah gerakan anti-negara yang penuh dengan kekerasan, anarkisme adalah sebuah tradisi yang bernuansa lebih dalam daripada sekadar perlawanan terhadap kekuasaan pemerintah. Kaum anarkis menentang pemikiran bahwa masyarakat membutuhkan kekuasaan dan dominasi, dan malah membela bentuk-bentuk organisasi sosial, politik, dan ekonomi yang anti-hierarkis dan lebih kooperatif. (The Politics of Individualism, hal. 106)

Namun demikian tidak diragukan lagi, anarkisme dan anarki adalah gagasan yang paling banyak disalahpahami dalam teori politik. Umumnya, kata-kata tersebut digunakan untuk mengartikan “chaos”, atau “tanpa tatanan,” dan akibatnya, kaum anarkis dianggap menginginkan kekacauan sosial serta kembali ke “hukum rimba” Kesalahpahaman ini bukan tanpa sejarah. Contohnya, di negara yang dipimpin oleh satu orang (monarki), istilah “republik” atau ‘demokrasi” digunakan dengan arti yang sama buruknya seperti “anarki”, untuk menunjukkan ketidak-tertiban dan kebingungan. Mereka yang ingin mempertahankan status quo tak pelak lagi ingin menunjukkan bahwa pada praktiknya sistem yang bertentangan dengan status quo mereka tak dapat berfungsi dan bahwa bentuk masyarakat yang baru hanya akan membawa kekacauan. Atau seperti yang dikatakan oleh Errico Malatesta:

“Sejak munculnya pemikiran bahwa pemerintah adalah hal yang perlu dan bahwa tanpa pemerintah hanya ada ketidak-tertiban dan kekacauan, maka menjadi wajar dan logis bahwa anarki, yang berarti ketiadaan pemerintah, terdengar seperti ketiadaan tata tertib.” (Anarchy, hal. 12)

Kaum anarkis ingin mengubah pandangan umum tentang “anarki” dengan pemahaman yang lebih “berdasarkan akal sehat”, sehingga orang akan melihat bahwa pemerintah dan hubungan-hubungan sosial hierarkis lainnya adalah hal yang merugikan dan tidak perlu.

“Ubahlah pendapat publik, yakinkan publik bahwa pemerintah bukan hanya tidak diperlukan, namun juga benar-benar merugikan, dan kemudian kata anarki, yang berarti ketiadaan pemerintah, maka akan berarti: tatanan alamiah, penyatuan kebutuhan manusia dan kepentingan semuanya, kemerdekaan sepenuhnya di dalam solidaritas seutuhnya.” (ibid., hal. 12-13)

Karya ini adalah bagian dari proses yang kami tempuh untuk mengubah pemikiran banyak orang mengenai anarkisme dan arti kata anarki.

Kedepannya faq anarkisme akan dilanjut agar bisa menjawab semua pertanyaan tentang anarkisme
Disebarkan oleh -camarhitam-